Benarkah Jarak Pagar Dapat Digunakan Sebagai Energi ???

1 komentar
Tanaman jarak pagar atau nama latinnya adalah (Jatropha curcas Linn) ternyata dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif sebagai pengganti energi fosil yang sekarang sudah mulai habis. Benarkah Hal itu?

Tanaman jarak pagar yang biasa tumbuh di depan rumah kita dan yang tidak kita perhatikan ternyata dapat membantu kita dalam memenuhi energi yang kita perlukan setiap hari. Jika kita dapat mengolah tananaman tersebut maka kita tidak perlu lagi membeli BBM yang semakin hari semakin melambung tinggi harganya.

Selama ini pemnfaatan tanaman jarak pagar ini hanyalah sebagai tanaman pagar sesuai dengan namanya, dan juga sebagai obat tradisional.

Perkembangan jarak pagar sangat luas, awalnya dari Amerika, kemudian menyebar ke Afrika dan Asia. Luasnya perkembangan jarak pagar disebabkan oleh kemudahan dalam pertumbuhannya. Menurut Hambali. E, dkk (2007), Jarak pagar dapat hidup dan berkembang biak dari dataran rendah sampai dataran tinggi, curah hujan yang rendah maupun tinggi (300 – 2.380 ml/tahun), rentang suhu 20 – 26 oC. Karena sifat tersebut tanaman jarak pagar mampu tumbuh pada tanah berpasir, bebatu, lempung ataupun tanah liat, sehingga jarak pagar dapat dikembangkan pada lahan kritis.

Buah dari jarak pagar ini terdiri dari kulit buah, cangkang bibji dan inti biji. Inti biji buah merupakan bahan utama yang dapat menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau biodisel pada proses awal ekstrasi. Kandungan minyak yang terdapat dalam biji baik cangkang maupun buah berkisar 25-35 % berat kering biji Prihandana, R(2007), jarak pagar mampu menghasilkan 7,5 – 10 ton /ha/tahun tergantung dari kualitas benih, agroklimat, tingkat kesuburan tanah dan pemeliharaan, (Hambali. E, 2007). Sebagai perhitungan kasar produksi minyak jarak mentah, cruide jatropha oil (CJO), dari 25 % /biji kering maka dapat diperoleh minyak hasil ekstraksi sebesar 1,875 – 2,5 ton minyak /ha/tahun

Proses ekstraksi jarak pagar menjadi minyak dilakukan secara mekanik menggunakan mesin press, baik sederhana dengan skala kecil maupun skala produksi industri. Jenis alat pres dibedakan menjadi dua macam yaitu press hidrolik dan press ulir masing masing memiliki kelemahan dan keungulan masing masing, biasanya disesuaikan dengan tingkat produksi minyak. Setelah biji jarak di keringkan dan disortir berdasarkan kualitas, biji jarak pagar dimasukan kedalam mesin press mekanik. Hasil pengepresan diperoleh minyak mentah atau cruide jatropha oil (CJO) dan bungkil berupa sisa ampas. Untuk memurnikan Cruide jatropha oil (CJO) selanjutnya dilakukan penyaringan dan diperoleh limbah berupa sludge. Minyak jarak pagar mentah ini bias dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanah. Pemakaiannya dapat diterapkan langsung pada kompor modifikasi atau dicampur dengan minyak tanah. Untuk memperoleh bahan bakar biodiesel, minyak mentah hasil penyaringan dilakukan proses transesterifikasi dan esterifikasi. Proses transesterifikasi adalah proses penurunan kandungan asam lemak bebas. Bila kadar lemak bebas terlalu tinggi maka perlu dilakukan proses esterifikasi terlebih dahulu setelah itu dilanjutkan proses transesterifikasi.

Bagimana menurut Anda tentang pemanfaatan tanaman jarak pagar tersebut sebagai bahan bakar.

One Response so far.

  1. ok gans, trims infonya....
    sangat menarik
    sukses selalu..........

Leave a Reply

 
Kabar Agro © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings