Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Sambil Mengayuh Sepeda, Hasilkan Air Bersih

0 komentar
Kabar Agro - Sehat bersepeda sekaligus memperoleh air bersih. Tampaknya itulah tujuan sepeda 'aquaduct' ini dibuat. Slogannya pun begitu jelas, “Kayuh sepedanya, dan saat tiba di rumah Anda dapat meminum air jernih."

Tim desain sepeda ini merancang berdasar  kenyataan bahwa  sebuah keluarga  kecil (empat orang) membutuhkan sekitar 20 galon air sehari untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, mencuci dan membersihkan.

Lalu bagaimana cara kerjanya? Seseorang akan naik sepeda dengan tangki kosong menuju sumber air dan mengisinya hingga penuh - maksimal 20 galon. Lalu orang tersebut mengayuhnya  kembali ke rumah.

Saat mengayuh, terjadi proses peristaltik pompa air di dalam tangki penyimpanan, melalui filter ke tangki ke-2  dan menghasilkan air bersih.

Di muka bumi ini, lebih dari 1,1 milyar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan lebih dari 5.000 anak meninggal setiap hari karena penyakit terkait air. Artinya, jika mereka menemukan cara untuk memproduksi massal sepeda ini dengan biaya yang efektif, sedikit banyak membantu masalah kemiskinan, penyakit, serta kelaparan ekstrim.

Sumber : unikbaca
Read more...

Salah Kaprah, Internet Indonesia Lamban

0 komentar
Kabar Agro - Indonesia dianggap salah kaprah dalam menerapkan broadband internet. Akibatnya, koneksi internet terasa lambat. 

Hal itu mencuat dalam diskusi yang digelar Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) di Hotel InterContinental, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

"Sekitar 95 persen koneksi internet di Tanah Air masih memakai koneksi wireless, sisanya memakai kabel. Indonesia itu salah kaprah," kata Chairman Mastel Setyanto P Santosa. 

Menurutnya, teknologi wireless itu didesain untuk low traffic. Namun, di Indonesia, koneksi itu malah digunakan untuk traffic tinggi. Akibatnya, koneksi internet di Indonesia terkesan lambat. 

Padahal, kata Setyanto, sebagai negara berkembang, justru koneksi fixed broadband yang harus diperbesar, bukan malah koneksi wireless. 

Mastel mendesak pemerintah untuk segera membangun jaringan fixed broadband, baik yang berbasis kabel maupun serat optik, untuk koneksi internet di Tanah Air. 

Setyanto menjelaskan, selama ini pemerintah terkesan lepas tangan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Semua kesannya diserahkan kepada operator dan swasta.

Dengan fixed broadband, koneksi internet akan jauh lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan wireless broadband.

Jumlah pengguna internet bergerak (mobile) di Indonesia pada 2010 sekitar 39,6 juta pengguna. Diperkirakan pada 2015, jumlah pengguna internet bergerak di Tanah Air akan mencapai 145,2 juta pengguna. 

Sementara pengguna satuan sambungan telepon (SST) atau fixed line pada saat ini hanya tidak lebih dari 15 juta pengguna.

Skema yang bisa diterapkan

Seharusnya, Indonesia juga mencontoh Australia yang telah membangun jaringan fixed broadband untuk warganya. 

Konsep yang ditawarkan Negeri Kanguru itu menyerahkan segala pembangunan fixed broadband kepada semacam badan usaha milik daerah (BUMD). 

Cara yang sama juga telah diterapkan di Perancis. Negara tersebut memakai pola pendanaan dari public private partnership (PPP).

Di Indonesia, PPP tidak diterapkan di industri telekomunikasi. Adanya justru di industri listrik. 

"Padahal, kalau mau gampang, seharusnya tinggal copy paste saja dari PPP listrik itu. Saya sudah koar-koar 4-5 tahun lalu, tetapi tidak ada yang menggubris," katanya.

Untuk bisa membangun fixed broadband tersebut, pemerintah bisa mendapatkan dana dari ICT Fund. Walau dana ICT Fund tersebut berasal dari uang operator yang dititipkan kepada pemerintah.

Setyanto mengaku, perpaduan dana dari pihak pemerintah dan swasta ini bisa digunakan untuk membangun fixed broadband agar koneksi internet di masyarakat bisa terjaga.

"Komposisi pendanaannya tidak harus berbagi rata dengan pemerintah dan operator. Namun, kalau operator itu kuat, dia bisa membangunnya sendiri," tuturnya.

Kenapa harus "fixed broadband"?

Jaringan fixed broadband diyakini akan memberikan kecepatan dan kestabilan koneksi internet lebih baik dibandingkan dengan jaringan wireless. 

Oleh karena itu, pembangunan fixed broadband dinilai lebih penting. Terutama mengingat kondisi geografis Indonesia dengan ribuan pulau.

"Tapi yang lebih penting adalah industri konten akan tumbuh, seperti game dan musik yang menggunakan koneksi internet," kata Setyanto.

Saat ini, koneksi internet cenderung menjadi kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga mengakses konten hiburan yang memerlukan kecepatan dan kestabilan koneksi internet.

Senior Consultant ICT Practice Frost & Sullivan, Iwan Rachmat, menambahkan, perkembangan fixed broadband akan menambah lalu lintas e-commerce di Tanah Air.

"Ke depan industri e-commerce akan tumbuh signifikan, tetapi syaratnya harus didukung oleh koneksi internet yang cepat dan stabil," ungkap Iwan.

Para operator pun akan menggenjot pembangunan infrastrukturnya, terutama fixed broadband, karena tertarik oleh pengguna pasar data yang semakin besar.

Referensi : kompas
Read more...

Kenali Gejala Kecanduan Internet

0 komentar
Kabar Agro - Kecanduan internet mempunyai gejala serupa dengan kecanduan obat-obatan. Hal itu secara khusus telah diteliti di negara-negara di Asia seperti China dan Korea Selatan.

Seperti diwartakan laman Medindia, Internet tak diragukan lagi menjadi sebuah bagian penting dari hidup kita. Dengan informasi yang tersedia langsung, internet membantu kita bisa tetap mengimbangi  dunia yang bergerak cepat ini.

Situs jejaring sosial telah menambahkan dimensi kepada hidup dan orang tiba-tiba mudah menemukan banyak teman.

Dengan internet sebagai teman terdekat setiap saat, hal itu kecanduan internet adalah hal yang bukan mustahil.

Beberapa ahli kejiwaan  menyebut keadaan itu sebagai Internet Addiction Disorder or Problematic Internet Use (Gangguan kecanduan internet atau penggunaan internet yang problematik).

Para ahli membandingkan kecanduan internet dengan substansi lain seperti tembakau,alkohol dan obat-obatan.

Mereka juga menyarankan bahwa hal itu harus disertakan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, (DSM-V) sebagai gangguan kejiwaan.

Apa itu gangguan kecanduan internet? Kondisi itu pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Seseorang yang menderita kondisi ini akan menunjukkan gejala ini :


  • Sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama.
  • Gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses.
  • Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.
  • Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama.
  • Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.


Gejala ini sama seperti gejala yang ada pada kecanduan obat.

Kecanduan internet ada tiga jenis :


  • Bermain game yang berlebihan
  • Kegemaran seksual
  • Email/ pesan teks


Kecanduan internet secara khusus dianggap sebagai masalah di negara -negara Asia seperti Korea Selatan dan China.

Di Korea Selatan sudah ada 10 peristiwa kematian di internet kafe terkait sakit jantung dan masalah lainnya, begitu juga dengan pembunuhan terkait game.

Sebuah laporan dari China mengungkap bahwa setidaknya satu dari enam orang pengguna internet di China kecanduan terhadap internet sampai batas tertentu.

Kecanduan internet dapat secara khusus menjadi masalah bagi kaum remaja dan anak muda, yang kurang memiliki peraturan iri dan lebih rentan pengaruh media.

Kecanduan internet masih jadi perdebatan untuk masuk dalam gangguan kejiawaan atau tidak. Para pasien yang mengalami kecanduan internet juga sering mengalami kondisi kejiwaan lain seperti kurang perhatian gangguan hiperaktif, depresi, kecemasan, rendah kepercayaan diri, impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau bunuh diri.

Selain itu, kecanduan terhadap internet bisa merupakan menjadi bagian dari kondisi-kondisi tersebut dan bukanlah entitas yang terpisahkan.

Para ahli kejiwaan harus waspada selama menangani pasien muda dengan kondisi, seperti depresi dan harus memahami mengenai kecanduan internet.

Data yang dikumpulkan oleh penelitian lain menunjukkan variasi yang besar dalam konteks dari tipe orang pada risiko mengalami  kecanduan internet. 

Sebagai contoh, kebanyakan penelitian menemukan kecanduan internet lebih umum terjadi pada laki-laki, tetapi beberapa menemukan jumlah perempuan lebih besar atau tak ada perbedaan gender. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk hal ini

Sumber ANT
Read more...

Titan Benar-benar Mirip Bumi

0 komentar
Kabar Agro - Titan benar-benar mirip Bumi. Lewat pemodelan komputer, ilmuwan menemukan bahwa bulan Planet Saturnus tersebut memiliki kesamaan dengan Bumi jauh dari yang diduga.

Satu lagi kemiripan Titan dengan Bumi ialah lapisan atmosfernya. Titan memiliki lapisan atmosfer batas yang terbagi atas dua sublapisan. Lapisan batas bawah atmosfer Titan memiliki ketebalan 800 meter dan berubah dalam periode hari, sementara lapisan atasnya punya ketebalan 2 kilometer dan berubah musiman.

"Implikasi paling penting dari penemuan ini adalah Titan tampak lebih mirip Bumi dari yang diduga sebelumnya," ujar Benjamin Charnay, ilmuwan dari National Center of Scientific Research, Perancis, seperti dikutip Space, Senin (16/1/2012).

Hasil penelitian ini membantu menjelaskan angin di Titan yang pernah dideteksi wahana Huygens, fenomena bukit pasir di Titan, serta awan metana.

Selain itu, hasil ini juga bisa jadi rekonsiliasi dari dua hasil penelitian terdahulu. Sebelumnya, ada dua penelitian yang masing-masing menyatakan bahwa ketebalan atmosfer Titan adalah 3,5 km dan 300 meter.

"Jadi, sekarang tidak ada hasil yang bertentangan," kata Chamay. Ia bersama rekannya, Sebastien Lebonnois, memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Nature Geoscience minggu ini. Ke depan, Chamay berniat meneliti bagaimana siklus metana di Titan dan kemiripannya dengan siklus air di Bumi.

Sumber :  SPACE.COM
Read more...

Hacker Bajak "Source Code" Antivirus Norton

0 komentar
Kabar Agro - Symantec sedang melakukan investigasi terhadap kelompok hacker (peretas) India yang berhasil mengakses source code dari antivirus yang dikembangkan Symantec, Norton Antivirus.

Yama Tough, salah satu nick peretas tersebut memposting dokumen yang berkaitan dengan source code produk Symantec di Google Plus. Salah satu dokumen berisi teknik detail Norton AntiVirus, spesifikasi Quarantine server packaging API versi 1.0, dan dokumen lainnya merupakan teknologi Immune System Gateway Array Setup dari Symantec.

Dokumen yang diposting oleh Yama Tough di Google Plus dan Pastebin menunjukkan bahwa informasi rahasia Symantec tersebut didapat dari salah satu server milik pemerintah India.

Namun, juru bicara Symantec mengatakan bahwa apa yang dipublikasikan oleh peretas tersebut bulankah source code. "Kami sudah melakukan investigasi dan menemukan bahwa yang mereka bajak dan publikasikan bukan source code.

Itu hanya dokumen lama tertanggal 28 April 1999 yang mendefinisikan Application Programming Interface (API) untuk Definition Generation Service," ungkapnya. Dokumen ini menjelaskan bagaimana perangkat lunak bekerja, bukan source code yang sesungguhnya.

Sebelumnya, Symantec sudah mengakui bahwa kelompok  peretas India bernama Lord of Dharmaraja dan memiliki salah satu anggota yakni Yama Tough berhasil membajak produk antivirus Symantec Endpoint Protection 11.0 dan Symantec Antivirus 10.2.

Antivirus yang khusus menyasar kalangan korporasi ini merupakan antivirus yang sudah digunakan selama lebih dari lima tahun. Meskipun antivirus ini sudah tua, namun penggunanya masih banyak.

Rob Rachwald, direktur strategi keamanan di vendor keamanan Imperva mengatakan, dirinya masih belum mengetahui alasan mengapa kelompok peretas mengklaim hasil pencurian kode mereka.

"Kita tidak tahu berapa banyak yang telah dicuri, apakah itu source code atau bukan. Tetapi yang perlu ditekankan disini adalah bahwa grup peretas ini berpotensi untuk mengakses informasi penting yang berhubungan dengan produk antivirus Symantec. Meksipun Symantec mengklaim bahwa data yang dibajak peretas sudah tua, tetapi ini sudah membuktikan bahwa peretas sudah memahami sistem keamanan Symantec," jelasnya.

Oleh karena itu, Rachwald menyarankan agar Symantec membuat perubahan besar untuk teknologi antivirus mereka. Kompetitor Symantec juga akan diuntungkan dengan kebocoran Syantec ini, meski hanya mengetahui bagaimana perangkat lunak yang mereka kembangkan bekerja.

Rachwald mengatakan, kemungkinan para peretas India justru memperoleh source code dari pemerintah India, karena perusahaan keamanan seperti Symantec harus menyerahkan source code kepada pemerintah agar pemerintah dapat membuktikan bahwa mereka tidak dimatai-matai.

Sumber :  Computer World
Read more...
 
Kabar Agro © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings