Pengendalian Hama Pada Jamur

1 komentar
Kabar Agro - Sama halnya dengan usaha bercocok tanam komoditas pertanian lain, budi daya jamur konsumsi juga tidak terlepas dari gangguan gulma, hama, dan penyakit jika tidak dikendalikan dengan baik,semua gangguan ini akan berakibat pada menurunnya produktivitas, bahkan menggagalkan panen.

Pengendalian Hama

Aroma media tanam jamur yang khas, mengundang kehadiran beberapa jenis serangga yang hidup di sekitar kumbung. Serangga tersebut biasanya masuk ke dalam kumbung bersamaan dengan keluar masuknya pekerja, saat jendela kumbung dibuka, atau melalui lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Berikut ini beberapa serangga yang menjadi hama bagi jamur.

  • Lalat

Spesies lalat yang kerap menjadi hama adalah sciarid (Lycoriella solani dan Lycoriella auripila), phorids (Megaselia haserata dan Megaselia nigra), serta cecids (Heteropeza pygmaea, Mycophila speyei, dan Myciphila barnesi). Lalat meletakkan telurnya di dalam media. Setelah menetas, larva lalat merusak miselium dan jamur dewasa. Akibatnya, jamur terlihat keriput dan batangnya berlubang. Selain itu, lalat juga merupakan inang pembawa hama lain, yaitu tungau (mite) pada perutnya.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan selalu mengontrol keadaan kumbung.Jika ditemukan adanya lubang yang berpotensi menjadi tempat masuk lalat, segera tutup. Perhatikan juga keadaan kain kasa di jendela.jika banyak berlubang,ganti saja dengan yang baru. Selain itu, sisa-sisa media tanam yang tercecer saat melakukan pemanenan hams dibersihkan agar tidak ada telur atau larva lalat yang tertinggal. Pengendalian hama ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichlorsos dengan dosis 90 ml/liter air yang bisa disemprotkan ke 140 m3 media tanam.

  • Tungau

Tungau (mite) adalah serangga kecil lunak berwarna cokelat transparan dengan panjang 0,18 - 0,5 mm. Tungau yang menggerumuni tubuh buah jamur mengakibatkan jamur rusak. Selain itu, tungau juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit pekerja di dalam kumbung. Karena tungau ini dibawa oleh lalat, pencegahannya sama dengan pencegahan kehadiran lalat. Pengendalian hama ini dilakuakn dengan menyemprotkan metil bromide dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

  • Rayap
Serangga ini masuk ke dalam kumbung melalui permukaan tanah. Di dalam kumbung, rayap akan memakan kayu-kayu, media tanam, dan miselium jamur. Oleh karena itu, sebelum membangun kumbung harus dilakukan pengamatan secara teliti. Usahakan, tidak mendirikan kumbung di atas rumah rayap. Pengendalian rayap dilakukan dengan menyemprotkan insektisida khusus rayap, seperti Fenvarelate, Cypermethrin, Permethrin, atau Chloorpyrifos dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.


  • Laba-laba

Laba-laba memakan miselium dan tubuh buah jamur. Di dalam kumbung jamur kuping dan jamur tiram, alba-laba biasanya bersembunyi di sela-sela bag log. Selain menjadi hama langsung, laba-laba juga merupakan inang jamur saprofit dan parasit. Untuk mencegah kehadiran laba-laba, taburkan serbuk kapur di permukaan lantai kumbung. Jika terlihat ada sarangnya, cepat musnahkan. Pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif dicofol, seperti Kalthane atau Malathion dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

  • Cacing

Cacing yang menjadi hama dalam budidaya jamur konsumsi adalah spesies Napropogus nematodes dan Mycophogous nematodes. Cacing yang panjang tubuhnya hanya 1 mm ini memakan miselium jamur hingga tidak sempat tumbuh menjadi jamur. Hama ini berkembang dengan sangat cepat, dalam waktu satu minggu populasinya bisa berlipat menjadi 100 kali. Pencegahan masuknya hama ini dilakukan dengan memastikan sterilisasi media tanam berjalan sempurna sehingga semua telur cacing mati. Sementara itu, pengendaliannya dilakukan denagn menaburkan Furagan G dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

Sumber : Budi Daya Jamur, AgroMedia

One Response so far.

Leave a Reply

 
Kabar Agro © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings