Pengendalian Hama Pada Jamur

2 komentar
Kabar Agro - Sama halnya dengan usaha bercocok tanam komoditas pertanian lain, budi daya jamur konsumsi juga tidak terlepas dari gangguan gulma, hama, dan penyakit jika tidak dikendalikan dengan baik,semua gangguan ini akan berakibat pada menurunnya produktivitas, bahkan menggagalkan panen.

Pengendalian Hama

Aroma media tanam jamur yang khas, mengundang kehadiran beberapa jenis serangga yang hidup di sekitar kumbung. Serangga tersebut biasanya masuk ke dalam kumbung bersamaan dengan keluar masuknya pekerja, saat jendela kumbung dibuka, atau melalui lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Berikut ini beberapa serangga yang menjadi hama bagi jamur.

  • Lalat

Spesies lalat yang kerap menjadi hama adalah sciarid (Lycoriella solani dan Lycoriella auripila), phorids (Megaselia haserata dan Megaselia nigra), serta cecids (Heteropeza pygmaea, Mycophila speyei, dan Myciphila barnesi). Lalat meletakkan telurnya di dalam media. Setelah menetas, larva lalat merusak miselium dan jamur dewasa. Akibatnya, jamur terlihat keriput dan batangnya berlubang. Selain itu, lalat juga merupakan inang pembawa hama lain, yaitu tungau (mite) pada perutnya.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan selalu mengontrol keadaan kumbung.Jika ditemukan adanya lubang yang berpotensi menjadi tempat masuk lalat, segera tutup. Perhatikan juga keadaan kain kasa di jendela.jika banyak berlubang,ganti saja dengan yang baru. Selain itu, sisa-sisa media tanam yang tercecer saat melakukan pemanenan hams dibersihkan agar tidak ada telur atau larva lalat yang tertinggal. Pengendalian hama ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichlorsos dengan dosis 90 ml/liter air yang bisa disemprotkan ke 140 m3 media tanam.

  • Tungau

Tungau (mite) adalah serangga kecil lunak berwarna cokelat transparan dengan panjang 0,18 - 0,5 mm. Tungau yang menggerumuni tubuh buah jamur mengakibatkan jamur rusak. Selain itu, tungau juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit pekerja di dalam kumbung. Karena tungau ini dibawa oleh lalat, pencegahannya sama dengan pencegahan kehadiran lalat. Pengendalian hama ini dilakuakn dengan menyemprotkan metil bromide dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

  • Rayap
Serangga ini masuk ke dalam kumbung melalui permukaan tanah. Di dalam kumbung, rayap akan memakan kayu-kayu, media tanam, dan miselium jamur. Oleh karena itu, sebelum membangun kumbung harus dilakukan pengamatan secara teliti. Usahakan, tidak mendirikan kumbung di atas rumah rayap. Pengendalian rayap dilakukan dengan menyemprotkan insektisida khusus rayap, seperti Fenvarelate, Cypermethrin, Permethrin, atau Chloorpyrifos dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.


  • Laba-laba

Laba-laba memakan miselium dan tubuh buah jamur. Di dalam kumbung jamur kuping dan jamur tiram, alba-laba biasanya bersembunyi di sela-sela bag log. Selain menjadi hama langsung, laba-laba juga merupakan inang jamur saprofit dan parasit. Untuk mencegah kehadiran laba-laba, taburkan serbuk kapur di permukaan lantai kumbung. Jika terlihat ada sarangnya, cepat musnahkan. Pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif dicofol, seperti Kalthane atau Malathion dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

  • Cacing

Cacing yang menjadi hama dalam budidaya jamur konsumsi adalah spesies Napropogus nematodes dan Mycophogous nematodes. Cacing yang panjang tubuhnya hanya 1 mm ini memakan miselium jamur hingga tidak sempat tumbuh menjadi jamur. Hama ini berkembang dengan sangat cepat, dalam waktu satu minggu populasinya bisa berlipat menjadi 100 kali. Pencegahan masuknya hama ini dilakukan dengan memastikan sterilisasi media tanam berjalan sempurna sehingga semua telur cacing mati. Sementara itu, pengendaliannya dilakukan denagn menaburkan Furagan G dengan dosis sesuai dengan anjuran di kemasannya.

Sumber : Budi Daya Jamur, AgroMedia
Read more...

Hujan Radiasi Badai Matahari Tak Seburuk Bayangan

0 komentar
Kabar Agro - Ledakan Matahari terbesar dalam 7 tahun terakhir yang terjadi Senin (23/1/2012) pukul 10.59 WIB menyebabkan lontaran massa korona yang akhirnya sampai ke Bumi pada Selasa (24/1/2012) pukul 21.31 WIB.

Sejumlah peringatan berlebihan dikirim lewat Blackberry Messenger dan SMS. Dikatakan bahwa radiasi yang mencapai Bumi tergolong kuat dan masyarakat yang keluar rumah wajib melindungi kulit. Benarkah demikian?

Bahwa ledakan Matahari dan badai Matahari membawa konsekuensi pada radiasi, itu benar. Saat ledakan Matahari terjadi, radiasi dipancarkan ke seluruh angkasa di Tata Surya. Bumi pun dihujani radiasi. Tapi, dampaknya tak seburuk yang dibayangkan.

Todd Hoeksema, astronom Stanford University menuturkan, “Radiasi ultra violet dari Matahari memang meningkat ribuan kali saat ledakan Matahari. Namun, itu di luar atmosfer Bumi. Jumlah sinar ultraviolet yang sampai permukaan sama saja seperti biasa.”

“Sinar UV sangat energetic jadi berinteraksi dengan atmosfer, memecah molekul dan mengionisasi atom. Ketika sinar UV bergerak di udara, semakin banyak yang diserap. Kebanyakan diserap pada ketinggian 80-100 mil di atas permukaan,” sambung Hoeksema.

Dengan proses tersebut, kata Hoeksema seperti dikutip Life Little Mysteries Rabu (25/1/2012), peningkatan jumlah sinar ultraviolet yang mencapai Bumi sebenarnya sangat minimal alias tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Perlindungan kulit seperti yang dimaksud dalam pesan BBM dan SMS terlalu berlebihan. Manusia di Bumi tak perlu panik. Antisipasi dampak badai Matahari langsung terhadap tubuh hanya perlu diwaspadai oleh para astronot di luar angkasa.

Jika pun perlindungan kulit harus dilakukan, langkah itu tak perlu dikaitkan dengan puncak aktivitas Matahari dan badai Matahari.

“Yang menjadi masalah adalah dosis kumulatif dari radiasi UV, bukan peningkatan kecil di sini sana,” ungkap Hoeksema. Sinar UV diketahui bisa memicu mutasi genetik dan menyebabkan kanker kulit.

“Karena efeknya kumulatif, saya pikir orang harus memakai tabir surya setiap saat,” pungkas Hoeksema.

Sumber : Space.com
Read more...

Pengelolaan Irigasi Setengah Teknis Untuk Tanaman Padi

2 komentar
Kabar Agro - Irigasi berarti memberikan tambahan air pada saat-saat cadangan air di dalam tanah tidak mencukupi, irigasi ini dapat dibedakan menjadi dua irigasi mutlak dan irigasi tambahan. Irigasi mutlak tergantung di daerah mana. Pada musim kering irigasi sangat diperlukan, sedangkan  irigasi tambahan dapat dilakukan siraman air melalui pipa atau saluran irigasi. Tujuan pemberian air pada daerah tertentu adalah untuk memnuhi kebutuhan air yang dibutuhkan tanaman

Yang dimaksud dengan irigasi adalah suatu usaha mendatangkan air dengan membuat bangunan dan saluran-saluran untuk ke sawah-sawah atau ladang-ladang dengan cara teratur dan membuang air yang tidak diperlukan lagi, setelah air itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya

Irigasi akan mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah, dan perkembangan rumput-rumput liar, maka teknik harus disesuaikan dengan tuntutan irigasi, hendaklah dipilih jenis-jenis tanaman yang paling cocok dengan adanya irigasi itu. Sebab tujuan dari irigasi untuk tanaman padi adalah membuat unsur hara mudah diserap tanaman padi itu.

Tersedianya air untuk kegiatan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan baik dalam segi jumlah, mutu, tempat dan waktu dengan pemanfaatan secara efektif, efisien dan berkelanjutan, mendorong masyarakat pengguna air untuk sesuai merencanakan pengelolaan air secara partisipatif Keadaan tersebut bila dapat tercapai dan berkelanjutan maka proses peningkatan produksi padi dan penghasilan petani dapat berjalan dengan baik.

Area persawahan yang memperoleh irigasi dari irigasi setengah teknis, sama halnya dengan pengairan teknis, namun dalam hal ini PU hanya menguasai bangunan penyadap untuk dapat mengatur dan mengukur pemasukan air, sedangkan pada jaringan selanjutnya tidak diukur dan tidak dikuasai oleh PU. Ciri-ciri irigasi setengah teknis, air dapat diatur seluruh sistem, tetapi yang dapat diukur hanya sebagian (primer/sekunder). Sebagian dari bangunan irigasi masih belum permanen (sekunder/tersier),sedangkan bangunan primer sudah permanen.

Bangunan bendungan irigasi dan saluran primer pada umumnya sudah permanen dan dibangun oleh pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dari Pusat atau daerah setempat. Sedangkan saluran sekunder dan tersier umumnya belum permanen dan yang membangun serta memlihara adalah pemerintah daerah atau masyarakat/petani setempat. Berdasarkan data yang ada di lapangan bahwa jumlah sawah yang diairi dari irigasi setengah teknis sebanyak 11 % dari seluruh luas sawah yang ada di Indonesia.

Dalam pemeliharaan saluran sekunder dan tertier pada irigasi setengah teknis tentunya peran serta dan partisipasi masyarakat/petani setempat sangat dibutuhkan baik dari segi tenaga maupun iuran pembiayaan pemeliharaan saluran tersebut. Karena jika tidak dipelihara dengan baik saluran sekunder dan tertier maka air yang ada sebagian akan terbuang akibat perembesan air di saluran yang rusak.

Untuk meringankan pemeliharaan saluran sekunder dan t ertier pada irigasi setengah teknis sebaiknya masyarakat/petani melakukan kegiatan gotong royong pemeliharaan perbaikan saluran tersebut secara bertahap dan berkesinambungan. Misalnya dilakukan gotong royong setiap tiga bulan sekali pada hari saptu atau minggu. Begitu juga dalam pengumpulan dana pemeliharaan saluran sekunder dan tertier sebaiknya setiap masyarakat/petani yang menggunakan air dari irigasi setengah teknis ini dipungut dana pemeliharaan setiap bulan atau dua bulan sekali dengan kesepakatan besarnya tertentu.

Sumber : cybex.depan.go.id
Read more...

Varietas Padi Indeks Glikemik Rendah untuk Penderita Diabetes

0 komentar
Kabar Agro - Anda, keluarga, atau teman anda  penderita diabetes?

Mungkin artikel ini dapat menjadi info penting yang dapat disampaikan kepada para- penderita diabetes. Menurut catatan WHO tahun 2010, jumlah penderita diabetes di dunia ± 346 juta orang, 80 % dari seluruh penderita berada di negara miskin dan berkembang. Indonesia termasuk peringkat ke-9 jumlah penderita diabetes terbanyak.

Salah satu penyebab tingginya penderita diabetes di Indonesia adalah masih tingginya konsumsi nasi putih yang merupakan makanan pokok, tentunya dibarengi dengan rendahnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai gizi berimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi nasi putih dengan indeks glikemik (IG) yang tinggi dapat meningkatkan kandungan gula dalam darah, sehingga para penderita diabetes melakukan diet dengan pangan alternatif yang memiliki IG rendah. Selama ini, beras yang mengandung IG rendah dan dianjurkan oleh pakar kesehatan untuk penderita diabetes adalah beras merah saja. Saat ini, para penderita diabetes dapat bernafas lega karena beberapa varietas padi yang dilepas oleh Badan Litbang Pertanian (BB Fadi) mengandung IG.rendah.

Apa itu Indeks Glikemik (IG)
Indeks glikemik (IG) adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan glukosa darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. IG berguna untuk menentukan respons glukosa darah terhadap jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. IG ditemukan pada awal tahun 1981 oleh Dr. David
jenkins, seorang Profesor Gizi pada Universitas Toronto Kanada untuk membantu menentukan penanganan yang paling baik bagi penderita diabetes melitus.

Pada masa itu, diet untuk penderita diabetes melitus berdasarkan pada porsi karbohidrat. Konsep ini menganggap bahwa semua pangan berkarbohidrat menghasilkan pengaruh yang sama pada kadar gula darah. Karbohidrat dalam pangan yang dapat dipecah dengan cepat selama pencernaan memiliki indeks glikemik tinggi. Sebaliknya karbohidrat yang dipecah dengan lambat memiliki indeks glikemik rendah. Berikut ini adalah ragam varietas padi dengan indeks glikemik yang bervariasi:

1.      Indeks Glikemik rendah (34-54,8) : Ciherang, Situ Patenggang, Hipa 7, Inpari 1, dan Inpari13

2.      Indeks Glikemik sedang (56-70)    :  IR42 dan Inpara

3.      Indeks Glikemik tinggi    (>70 )      : Sintanur dan Gilirang

Bagi para pederita diabetes agar menghindari makanan dengan IG tinggi sehingga kadar gula dalam darah tidak meningkat. Semakin bervariasinya jenis varietas padi bernilai IG rendah, diharapkan penderita diabetes mempunyai alternative pangan yang lebih tepat dan sehat untuk melakukan diet.

Sumber : cybex deptan
Read more...

Titan Benar-benar Mirip Bumi

0 komentar
Kabar Agro - Titan benar-benar mirip Bumi. Lewat pemodelan komputer, ilmuwan menemukan bahwa bulan Planet Saturnus tersebut memiliki kesamaan dengan Bumi jauh dari yang diduga.

Satu lagi kemiripan Titan dengan Bumi ialah lapisan atmosfernya. Titan memiliki lapisan atmosfer batas yang terbagi atas dua sublapisan. Lapisan batas bawah atmosfer Titan memiliki ketebalan 800 meter dan berubah dalam periode hari, sementara lapisan atasnya punya ketebalan 2 kilometer dan berubah musiman.

"Implikasi paling penting dari penemuan ini adalah Titan tampak lebih mirip Bumi dari yang diduga sebelumnya," ujar Benjamin Charnay, ilmuwan dari National Center of Scientific Research, Perancis, seperti dikutip Space, Senin (16/1/2012).

Hasil penelitian ini membantu menjelaskan angin di Titan yang pernah dideteksi wahana Huygens, fenomena bukit pasir di Titan, serta awan metana.

Selain itu, hasil ini juga bisa jadi rekonsiliasi dari dua hasil penelitian terdahulu. Sebelumnya, ada dua penelitian yang masing-masing menyatakan bahwa ketebalan atmosfer Titan adalah 3,5 km dan 300 meter.

"Jadi, sekarang tidak ada hasil yang bertentangan," kata Chamay. Ia bersama rekannya, Sebastien Lebonnois, memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Nature Geoscience minggu ini. Ke depan, Chamay berniat meneliti bagaimana siklus metana di Titan dan kemiripannya dengan siklus air di Bumi.

Sumber :  SPACE.COM
Read more...
 
Kabar Agro © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings